Usaha Ternak Kambing

Kebanyakan orang berpikir, bahwa kerja adalah pegawai. Mereka tidak sadar, sebenarnya mereka hanya akan jadi bawahan saja. Sedang apabila mereka mau sedikit lagi menggali kemampuannya kemungkinan bisa menjadi orang tersukses. Karena dengan menjadi pegawai secara tidak langsung kreatifitas hanya akan berkembang sedikit saja, otomatis tertekan oleh aliran birokrasi dan aturan dalam suatu instansi.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kebanyakan orang berpikir, bahwa kerja adalah pegawai. Mereka tidak sadar, sebenarnya mereka hanya akan jadi bawahan saja. Sedang apabila mereka mau sedikit lagi menggali kemampuannya kemungkinan bisa menjadi orang tersukses. Karena dengan menjadi pegawai secara tidak langsung kreatifitas hanya akan berkembang sedikit saja, otomatis tertekan oleh aliran birokrasi dan aturan dalam suatu instansi.

Kenyataan menunjukkan bahwa sejak krisis ekonomi melanda bangsa Indonesia hingga kini menunjukkan perubahan yang berarti dampaknya pada bertambahnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai perusahaan di Indonesia. Di sisi lain lulusan Perguruan Tinggi hingga kini belum sepenuhnya terserap dalam lapangan kerja, hal ini berdampak pada banyaknya pengangguran. Lulusan Perguruan Tinggi sekarang ini harus bersedia bersaing mencari pekerjaan sendiri atau menciptakan peluang kerja bagi dirinya ataupun orang lain.

Berdasarkan kenyataan tersebut, maka perlu adanya perubahan paradigma yang sudah terlanjur menjamur dalam masyarakat yakni, hidup adalah untuk mencari kerja diubah menjadi hidup adalah membuat pekerjaan. Oleh sebab itu, pengembangan kewirausahaan perlu ditanamkan ke generasi muda. Kewirausahaan adalah proses yang dialami individu atau sekelompok orang guna mengambil resiko waktu dan uang dalam mengejar peluang untuk menciptakan nilai dan pertumbuhan melalui inovasi tanpa melihat sumber daya yang sekarang mereka kuasai.

Peternakan merupakan jenis usaha yang penting bagi setiap negara. Dimana setiap elemen masyarakat membutuhkan hasil perternakan, sehingga akan mendatangkan investasi yang besar apabila dikembangkan. Dalam simulasi kewirausahaan peternakan ini maka mahasiswa dapat membuat wirausaha peternakan berupa wirausaha pemasaran kambing.


B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses pendapatan kambing kacang?

2. Bagaimana cara pemasaran kambing kacang?


C. Tujuan

1. Memberi gambaran nyata terhadap realita sosial ekonomi peternakan.

2. Melatih dan menumbuhkan jiwa kewirausahan.

3. Mengaplikasikan teori yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

4. Dapat belajar bagaimana menjadi seorang entrepreneur.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


A. Kewirausahaan Ternak Kambing

Agribisnis merupakan suatu sistem yang terdiri atas subsistem hulu, usahatani, hilir, dan penunjang. Menurut Saragih dalam Pasaribu (1999), batasan agribisnis adalah sistem yang utuh dan saling terkait di antara seluruh kegiatan ekonomi (yaitu subsistem agribisnis hulu, subsistem agribisnis budidaya, subsistem agribisnis hilir, susbistem jasa penunjang agribisnis) yang terkait langsung dengan pertanian.

Agribisnis diartikan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari unsur-unsur kegiatan : (1) pra-panen, (2) panen, (3) pasca-panen dan (4) pemasaran. Sebagai sebuah sistem, kegiatan agribisnis tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, saling menyatu dan saling terkait. Terputusnya salah satu bagian akan menyebabkan timpangnya sistem tersebut. Sedangkan kegiatan agribisnis melingkupi sektor pertanian, termasuk perikanan dan kehutanan, serta bagian dari sektor industri. Sektor pertanian dan perpaduan antara kedua sektor inilah yang akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik secara nasional (Sumodiningrat, 2000).

B. Pemasaran Ternak Kambing

Ternak kambing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap kehidupan sebagian besar masyarakat petani di pedesaan sehingga diperlukan upaya-upaya peningkatan produktivitas ternak. Ternak kambing mempunyai peranan pada tiga aspek utama yaitu aspek biologis, ekonomi dan sosial budaya masyarakat yang memungkinkan pengembangan ternak kambing (Sutama, 2004).

Beberapa masalah utama dalam pengembangan ternak kambing yaitu usaha pemeliharaan masih berupa usaha sampingan, penerapan teknologi rendah, keterbatasan bibit yang berkualitas, keterbatasan pakan pada musim kemarau dan keterbatasan tenaga kerja keluarga serta semakin menyempitnya lahan untuk pengembalaan khususnya di pulau Lombok (Bulu, et al, 2004bs).


C. Proses Pendapatan Ternak Kambing

Ditinjau dari aspek ekonomi bahwa usaha pembibitan ternak kambing dengan jumlah induk yang dipelihara sebanyak 7 ekor relatif menguntungkan dengan tambahan keuntungan yang diperoleh selama 14 – 15 bulan sebesar Rp 1.703.863,- atau Rp 113.600,/bulan (Bulu, et al, 2005c).

Secara umum peternak menyadari bahwa pendapatan yang diperoleh dari usaha ternak kambing yang dilakukan selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan rumah tangga. Namun sampai dengan saat ini usaha ternak kambing belum dilakukan sebagai sumber pendapatan utama rumah tangga yang disebabkan oleh keterbatasan modal dan manajemen usaha yang masih rendah.

Bulu, et al, 2005b, menggambarkan bahwa pendapatan usaha pangan sebesar 78,9% dan pendapatan usaha ternak kambing sebesar 48,4% digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Sedangkan jumlah modal yang digunakan untuk usaha ternak kambing dari kedua sumber pendapatan tersebut adalah masing-masing 5,4% dan 5,6%. Hal ini menunjukkan bahwa petani lebih memprioritaskan ketahanan pangan rumah tangga sehingga modal yang dialokasikan untuk usaha ternak kambing relatif terbatas.


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Metode Pelaksanaan

Didalam bisnis pastinya tidak ada pihak yang ingin dirugikan, baik itu penjual maupun pembeli. Penjual mematok harga berdasarkan modal yang dia keluarkan sedang pembeli menginginkan harga yang sesuai dengan keadaan produk. Sehingga akan terjadi tawar-menawar agar diperoleh suatu titik kesepakatan antara kedua pihak. Kegiatan pemasaran kambing kacang ini dimulai pada tanggal 28 November 2008, dimana kambing ditempatkan di kandang jatikuwung sebagai kios sementara..

Adapun metode-metode dalam melaksanakan kegiatan ini, yang terbagi menjadi tiga tahapan yakni, tahap pertama mencari kambing (produk siap jual), sasaran pencarian dikhususkan kambing kacang, dimana kambing ini akan disalurkan kepada para calon pembeli yang berminat, untuk dijadikan hewan qurban. Namun pada pelaksanaanya penulis tidak mencari kambing, sebab sudah adanya suplier yang menyediakannya.

Tahap kedua, yaitu penyusunan strategi penjualan dan pembuatan kesepakatan dengan suplier. Strategi yang digunakan adalah promosi lewat media hand phone (sms). Setelah negosiasi didapatkan kesepakatan bahwa harga kambing tersebut dari suplier sebesar 760.000 rupiah.

Tahap ketiga, yaitu beburu calon pembeli. Kemudian calon pembeli tersebut diajak untuk melihat langsung kambingnya. Setelah dapat calon pembeli yang berminat maka dilakukan tawar menawar harga, agar ditemukan harga yang sesuai antara kedua belah pihak, tidak ada yang dirugikan.

Tahap keempat yaitu penertiban administrasi, melakukan rekapitulasi biaya dari awal kegiatan sampai akhir. Patokan harga dari suplier 760.000 rupiah sedang kambing dijual dan laku sebesar 800.000 rupiah sehingga dari kegiatan ini didapatkan hasil akhir yakni keuntungan sebesar 40.000 rupiah.


B. Lokasi Kegiatan

Lokasi kegiatan pemasaran ternak kambing kacang ini bertempat di rumah Ibu Edang Wahyu Ningsih, Jln Merbabu, Kartasura, Sukoharjo.


C. Hasil Kegiatan

Penjualan ternak kambing biasanya dilakukan oleh petani/peternak pada waktu-waktu tertentu yaitu untuk memenuhi kebutuhan mendesak (untuk modal usahatani, biaya anak sekolah, kebutuhan pangan dan kebutuhan sehari-hari) dan menunggu harga kambing mahal menjelang hari raya Qurban.

Pada waktu inilah terdapat sebuah kesempatan besar untuk memasarkan kambing. Meskipun dari kegiatan pemasaran ternak Kambing Kacang ini baru dapat terjual 1 ekor kambing muda jantan, dengan rincian sebagai berikut:

Harga beli awal = Rp 760.000,00

Penjualan = Rp 800.000,00

Keuntungan = Rp 40.000,00

Dari kegiatan ini didapatkan keuntungan sebesar 40.000 rupiah, dengan catatan keuntungan kotor, karena biaya akomodasi (uang tranport dan komunikasi) tidak dihitung masuk modal.

Adapun berbagai kendala yang penulis alami ketika melaksakan kegiatan ini, yakni keterbatasan waktu dan modal. Dengan jadual kuliah yang padat mengakibatkan sedikitnya waktu untuk melaksanakan kegiatan ini. Minimnya modal mengakibatkan semakin sempitnya ruang gerak pemasaran karena kambing tidak bisa dibawa langsung sebagai sampel.

Selain itu juga kurangnya relasi dibisnis ini, yang mengakibatkan terbatasnya jarak jangkau pemasaran. Sedang keterbatasan pengalaman mengakibatkan kesulitan ketika transaksi (tawar menawar).


D. Pembahasan

Melihat jadual kuliah yang sangat padat dan tidak memungkinkan untuk melakukan jualan keliling ataupun menawarkan kepada khalayak ramai, sebab waktu luang yang sangat sedikit, maka penulis menggunakan sistem promosi lewat media elektronik (hand phone). Cara ini ternyata lebih efesien karena tidak membutuhkan banyak biaya dan tanpa memakan waktu yang banyak pula, selain itu juga lebih tepat sasaran.

Untuk mengatasi masalah minimnya modal, dalam menawarkan kambing yakni dengan sampel berupa foto dan bosur price list kepada calon pembeli. Setelah terdapat ketertarikan, maka calon pembeli tersebut diajak ke kandang agar dapat melihat kambingnya secara langsung. Dengan demikian kambing tidak perlu dibawa kemana-mana, sehingga biaya yang dibutuhkan relatif kecil.

Masih banyak kekurangan yang penulis hadapi, tetapi untuk menyikapi hal ini penulis terus mencoba bertanya dan sharing kepada teman ataupun kakak tingkat. Sehingga hasil yang akan didapat maksimal.


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Kewirausahaan adalah proses yang dialami individu atau sekelompok orang guna mengambil resiko waktu dan uang dalam mengejar peluang untuk menciptakan nilai dan pertumbuhan melalui inovasi tanpa melihat sumber daya yang sekarang mereka kuasai.

2. Dari kegiatan pemasaran ternak kambing kacang tersebut terjual 1 ekor kambing muda jantan, dengan rincian:

Harga beli awal = Rp 760.000,00

Penjualan = Rp 800.000,00

Keuntungan = Rp 40.000,00

3. Faktor terpenting dalam menentukan kesuksesan suatu usaha adalah timing (waktu pemasaran produk) dan skill (keuletan). Setelah itu barulah modal untuk menjalankan usaha tersebut.

B. Saran

Pelaksanaan kegiatan Pemasaran Ternak Kambing Kacang ini sebaiknya dilakukan H-10 sebelum hari H Idul Adha. Dengan estimasi lima hari pertama sebagai tahap persiapan, meliputi pengumpulan modal dan penyusunan strategi pemasaran. Disini juga dibahas tempat-tempat mana saja yang akan dijadikan sasaran pemasaran.

Sedang lima hari yang terakhir dijadikan sebagai waktu teknis pelaksanaan, yakni mulai dari pencarian/berburu konsumen (promosi), transaksi (tawar menawar), dan administrasi (pencatatan semua biaya).


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. wirausaha kambing qurban. http://www.google.com. Akses 28 Desember 2008.

Bulu Y.G., Mashur, W.R., Sasongko., dan A. Muzani, 2004b. Peluang Pengembangan Ternak Kambing Mendukung Agribisnis dan Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan. Prosiding Lokakarya Nasional Kambing Potong “ Kebutuhan Innováis Teknologi Mendukung Agribisnis yang Berdayasaing”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Bulu, Y.G., WR Sasongko, Sri Hastuti, Wildan Arif, dan Awaludin, 2005b. Laporan Survei Pemasaran Ternak Kambing di Pulau Lombok. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB. (Tidak dipublikasikan).

Pasaribu, M., 1999. Kebijakan dan Dukungan PSD-PU dalam Pengembangan Agropolitan. Makalah pada Seminar Sehari Pengembangan Agropolitan dan Agribisnis serta Dukungan Prasarana dan Sarana. Jakarta, 3 Agustus 1999.

Sonka, S.T. and Hudson, M.A., 1989, Why Agribusiness Anyway?. Agribusiness: An International Journal 5, 305-14.

Sumodiningrat, Gunawan, 2000. Pembangunan Ekonomi Melalui Pengembangan Pertanian. PT.Bina Rena Pariwisata. Jakarta.

Sutama, I Ketut, 2004. Teknologi Reproduksi Ternak Kambing. Makalah disampaikan pada Temu Aplikasi Paket Teknologi Pertanian, BPTP Nusa Tenggara Barat, Tanggal 2 Maret 2004 di Mataram.

About these ads

About dody
Always 4 Every Body

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: