Tilik Ternak

Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan akan daging yang terus meningkat pula. Sehubungan dengan hal tersebut, ternak sapi khususnya sapi potong merupakan salah satu sumber daya penghasil bahan makanan berupa daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting artinya di dalam kehidupan masyarakat. Sebab sektor atau kelompopk ternak sapi bisa menghasilkan berbagai macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, disamping hasil ikutan lainnya seperti pupuk kandang, kulit, tulang dan lain sebagainya. Daging sangat besar manfaatnya bagi pemenuhan gizi berupa protein hewani.

TILIK TERNAK

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan akan daging yang terus meningkat pula. Sehubungan dengan hal tersebut, ternak sapi khususnya sapi potong merupakan salah satu sumber daya penghasil bahan makanan berupa daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting artinya di dalam kehidupan masyarakat. Sebab sektor atau kelompopk ternak sapi bisa menghasilkan berbagai macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, disamping hasil ikutan lainnya seperti pupuk kandang, kulit, tulang dan lain sebagainya. Daging sangat besar manfaatnya bagi pemenuhan gizi berupa protein hewani.

Sapi sebagai salah satu hewan pemakan rumput sangat berperan sebagai pengumpul bahan bergizi rendah yang dirubah menjadi bahan bergizi tinggi, kemudian diteruskan kepada manusia dalam bentuk daging. Daging untuk pemenuhan gizi mulai meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk dan terangkatnya peranan gizi terhadap kualitas generasi penerus.

Jadi untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani dari daging ini kita khhususnya peternak perlu meningkatkan produksi daging. Perkembangan usaha penggemukan sapi didorong oleh permintaan daging yang terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. Dan berhubunagan dengan hal itu, maka diperlukan ilmu menilik ternak agar supaya tepat dalam memilih ternak-ternak yang unggul dan bernilai tinggi, sebelum dipelihara.

B. Tujuan

Tujuan tugas menilik ternak ini adalah :

ü Dapat membedakan jenis dan bangsa-bangsa sapi

ü Mengetahui karakteristik masing-masing ternak

ü Menentukan umur dan jenis kelamin ternak

ü Menentukan kesehatan dan laju pertumbuhan ternak

C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan menilik atau mengamati ternak ini dilaksanakan pada hari Rabu, 08 Oktober 2008 di Dk. Janggranan, Ds. Gentanbanaran, Kec. Plupuh, Kab. Sragen. Foto sapi diambil sore hari sekitar pukul 16.00 WIB di dalam kandang milik Bp Harto Kliwon.

BAB II

ISI

A. Dasar Teori

Menurut Supiyono (1995), eksterior atau tilik ternak adalah suatu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk tubuh dari luar untuk menentukan atau meramalkan prestasi dari suatu ternak. Sesuai tujuan pemeliharaan sekaligus untuk menilai tingkat pemurnian bangsa ternak dan merupakan alat bantu pelaksanaan program seleksi ternak dalam rangka perbaikan mutu genetik kelompok ternak

Untuk menghasilkan daging, perlu dipilih tipe sapi yang cocok antara lain jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut:

1) tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.

2) kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.

3) laju pertumbuhannya relatif cepat.

4) efisiensi bahannya tinggi. (www.nguntoronadi.wonogiri.org)

Adapun beberapa acuan untuk menentukan prestasi seekor ternak dari hasil menilik secara langsung antara lain :

B. Hasil Pengamatan

1. Foto sapi dari berbagai sudut pandang

Wana bulu putih, pada bagian hidung

(moncong) bewarna hitam.

Memiliki dua buah tanduk

Berpunuk kecil

Leher bergelambir

– Samping Kanan

Sikap berdiri, tegak dan kokoh.

Respon tanggap terhadap kedatangan orang.

Warna bulu, bersih mengkilap dan

juga bulu tidak mudah rontok

Kulit kencang

– Samping Kiri

Mata bulat besar, bewarna hitam

Pandangan cerah, tidak sayu

Telinga bersih dan berukuran normal

Moncong hitam, berliur

– Tampak depan

Ekor panjang

Bentuk tubuh persegi

Tidak ada luka pada bagian tubuh

ataupun yang lainnya

Jenis kelamin betina

– Tampak Belakang

Punggung tampak lurus

Badan padat berisi

Kuku kuat dan bersih

Kaki agak pendek

– Punggung

Nafsu makan tinggi

Umur sekitar kurang lebih 1 tahun

karena gigi belum tanggal (poel)

– Postur Depan

2. Pembahasan

Dari hasil pengamatan diperoleh seekor sapi yang mempunyai klasifikasi sebagai berikut,

Phylum : Chordata

Clas : Mamalia

Ordo : Artiodactyla

Sub Ordo : Ruminansia

Family : Bovidae

Genus : Bos

Species : Bos indicus (mempunyai tanduk)

Jenis kelamin dari sapi ini adalah betina. Bedasar keterangan diatas, jelas sudah sapi ini termasuk jenis keturunan sapi ongole yakni sapi PO peranakan ongole, dengan ciri-ciri yang telah disebutkan diatas.

Performan sapi ini relatif bagus, karena diusianya yang masih dini postur tubuhnya sudah terlihat menarik, nafsu makannya pun tinggi. Yang lebih penting yakni, tidak ada sedikitpun luka pada sekujur tubuhnya. Semua bersih dan menawan. Meskipun sebenarnya keadaan kandang tidak relefan. Tapi inilah salah satu keunggulan sapi jenis ongole, dia mampu bertahan didalam lingkungan yang buruk tidak mudah terjangkit penyakit.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah menganalisa dan membahas data-data pengamatan yang diperoleh dapat disimpulkan :

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2006. Cara Beternak Sapi Potong. www.nguntoronadi.wonogiri.org

( diakses pada hari Rabu, 08 Oktober 2008 pukul 10.00 WIB)

Supiyono. 1995. Ilmu Eksterior.

About dody
Always 4 Every Body

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: