Sistem Cardiovaskuler

Sistem sirkulasi seekor hewan terdiri sari suatu pompa empat ruang, yaitu jantung, serta suatu sistem pembuluh guna peredaran darah. Pembuluh yang mengedarkan darah dari jantung ke bagian-bagian lain disebut arteri. Sedang yang membawa darah kembali ke jantung disebut vena. Disamping itu, pembuluh yang membawa cairan limfa menuju ke vena-vena besar disebut pembukuh limfa (Frandson, 1992).

SISTEM PEREDARAN DARAH

A. Tinjauan Pustaka

Sistem sirkulasi seekor hewan terdiri sari suatu pompa empat ruang, yaitu jantung, serta suatu sistem pembuluh guna peredaran darah. Pembuluh yang mengedarkan darah dari jantung ke bagian-bagian lain disebut arteri. Sedang yang membawa darah kembali ke jantung disebut vena. Disamping itu, pembuluh yang membawa cairan limfa menuju ke vena-vena besar disebut pembukuh limfa (Frandson, 1992).

Pembuluh Darah Terdiri dari :

1. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung

Þ Arteri terdiri dari Aorta, Arteri, Arteriol

2. Pembuluh darah yang menuju jantung

Þ Vena terdiri dari Vena Kava, Vena, Venula

3. Jantung Pembuluh antara Kapiler

Þ Arteri dan vena (Anonim, 2008)

Ada dua macam sistem sirkulasi darah, yaitu : (1) sirkulasi pulmoner dan (2) sirkulasi sistemik. Sirkulasi pulmoner adalah bagian dari sistem vaskular yang mengedarkan darah melalui pulmo. Sedang sirkulasi sistemik dapat dibagi menjadi sejumlah sirkulasi, yang masing-masing mensuplai bagian-bagian tubuh tertentu ( Mukhtar, 2006).

Jantung Terdiri dari tiga lapisan : Perikardium (lapisan luar) miokardium (lapisan tengah/otot jantung) Endokardium (lapisan dalam) Jantung terdiri dari 4 ruang Atrium Sinister (Serambi Kiri) Atrium Dekster (Serambi Kanan) Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) Ventrikel Dexter (Bilik Kanan) Antara Atrium Sinister (Serambi Kiri) dengan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) terdapat katup dua daun (Valvula Bicuspidalis), sedangkan antara Atrium Dexter (Serambi Kanan) dengan Ventrikel Dexter (Bilik Kanan) dihubungkan katup tiga daun (Valvula Tricuspidalis). Jantung mendapat makanan (oksigenasi) melalui pembuluh Arteri Koronaria (Anonim, 2008).

Darah ( Sanguis )Terdiri dari dua komponen:

1. Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah Eritrosit (sel darah merah), Leukosit (sel darah putih), Trombosit (thrombocyt).

2. Plasma Darah adalah cairan darah (Anonim, 2008).

E. Sistem Peredaran Darah

  1. Hasil Pengamatan

Tabel 3. Sistem Peredaran Darah Pada Sapi

No Organ

1. Jantung ( Cor )

a. Atrium Sinister (Serambi Kiri)

b. Atrium Dekster (Serambi Kanan)

c. Ventrikel Sinister (Bilik Kiri)

d. Ventrikel Dexter (Bilik Kanan)

2. Vasa ( Pembuluh Darah)

a. Arteri ( Pembuluh Nadi )

· Arteria pulmonalis

· Aorta Thorasik

· Cabang Branchlocephalic

· Aorta Abdominalis

· Arteri Iliax Internal dan External

· Arteri Renalis

· Arteri Hepatic

· Arteri Soliac

· Arteri Mesentrik Kranial

b. Vena ( Pembuluh Balik )

· Vena Pulmonalis

· Vena Cava Caudal

· Vena Cava Cranial

· Vena Hepatic

· Vena Renalis

· Vena Portal

3. Darah ( Sanguis)

a. Eritrosit (sel darah merah)

b. Lekosit (sel darah putih)

c. Trombosit ( thrombocyt)

Sumber: Laporan Sementara

  1. Pembahasan

Sama seperti manusia, pada mamalia lain khususnya sapi untuk sistem peredaran darahnya mempunyai tiga komponen yang saling keterkaitan yakni, jantung, pembuluh darah dan darah. Jantung pada sapi memiliki empat ruang, dinding bilik kiri lebih tebal disbanding dengan bilik kanan, sebab bilik kiri bertugas memompakan darah keseluruh tubuh dan bilik kanan hanya mensuplai darah ke pulmo saja.

Darah berfungsi sebagai wadah untuk mengangkut oksigen dan nutrien pakan yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu dalam darah juga terdapat sel darah putih yang bertugas sebagai sistem imunitas tubuh dari berbagai gangguan kesehatan baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Sedang pembuluh darah adalah tempat berjalannya darah.

Menurut Mukhtar (2006) menjelaskan bahwa organ-organ yang berperan dalam sistem peredaran darah, yaitu :

  1. Cor ( Jantung )

Merupakan suatu struktur muskular yang berbentuk kerucut befungsi memompa kan darah keseluruh bagian tubuh. Memiliki empat ruang yakni, Atrium Sinister (Serambi Kiri), Atrium Dekster (Serambi Kanan), Ventrikel Sinister (Bilik Kiri), Ventrikel Dexter (Bilik Kanan).

Antara atrium dan ventrikel terdapat suatu sekat atau katup yang berfungsi mencegah darah kembali masuk ke atrium. Katup ini dinamakan katup atrium ventrikel (katup A.V.). Jantung juga dilapisi suatu selaput yang disebut Pericardium yaitu sebuah kantong fibrosa yang berisikan cairan (liquor pericardii).

  1. Vasa (Pembuluh Darah)

Vasa atau pembuluh darah pada hakekatnya menyerupai ranting-ranting pohon yang berungsi sebagai media sirkulasi darah. Terdapat dua jenis vasa, arteri (pembuluh nadi) yaitu Pembuluh darah yang meninggalkan jantung dan vena (pembuluh balik) yaitu Pembuluh darah yang menuju jantung.

  1. Darah terdiri dari sel-sel darah :

a. Sel darah merah (Eritrosit)

Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen.

b. Lekosit (sel darah putih)

Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 – 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh.

c. Trombosit (keping darah)

Disebut pula sel darah pembeku, karena di dalamnya terdapat fibrin yang apabila terjadi luka akan membeku dan menutup luka tersebut.

Menurut Frandson (1992), jantung pada kenyataannya merupakan dua pompa yang menerima darah ke dalam bilik-bilik artrial dan kemudian memompakan darah tersebut dari ventirkel menuju ke jaringan, dan kemudian kembali lagi. Aliran darah di mulai dari jantung, melalui arteria pulmonalis menuju ke pulmo dan kembali ke jantung melalui vena pulmonalis dengan membawa darah yang kaya akan oksigen.

Dari pulmo darah masuk atrium sinistrum dilanjut ke ventrikel sinister yang kemudian diedarkan keseluruh tubuh melalui aorta. Setelah itu darah yang mengandung CO2 kembali kejantung melalui vena cava. Masuk ke atrium dextrum, dilanjut ke ventrikel dexter dan kembali berulang.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Organ Peredaran Darah Hewan dan Manusia. http://www.mrsam.wordpress.com. Akses 21 Desember 2008.

. 2008. Pembuluh Darah. http://www.google.com. Akses 21 Desember 2008.

. 2008. Sistem Peredaran Darah. http://www.google.com. Akses 21 Desember 2008.

Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gajah Mada Uneversity Press: Yogyakarta.

Mukhtar, Ashry. 2006. Ilmu Produksi Ternak Perah. UNS Press: Solo.

About dody
Always 4 Every Body

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: