My inspirasi

Terkadang seseorang tidak sadar bahwasanya polah tingkah kita sehari-hari ternyata memiliki arti yang sangat filosofis. berikut ini dipaparkan tindakan atau tingkah laku kita sehari-hari dengan penafsiranya…

TINGKAH LAKU NON-VERBAL

TINGKAH LAKU/ SIKAP

ARTI

Tangan diatas pinggul/ berkacak pinggang

Agresif — melawan dan berpengaruh. Seringkali digunakan jika “menghakimi” –berkacak pinggang.

Mengacungkan jari

Agresif – menakut-nakuti

Berdiri terlalu dekat – memasuki kawasan orang lain

Agresif

Mengenggam ibu jari

Takut, gugup, gelisah

Bersedekap

Pasif, takut, menutup diri agar aman

Tangan di atas dada

Ikhlas, tulus

Mengusap dagu, menggaruk kepala

Tanda sedang berpikir

Lengan mendekap bahu, jari telunjuk mengarah/ menunjuk bahu

Berduka, sedih, tapi masih bisa menguasai diri

Mengangkat bahu – menurunkan rahang,menonjolkan kepala

Mungkin tidak paham mengenai apa yang anda katakan

Jari diantara hidung dan mulut

Mungkin tidak mempercayai apa yang anda katakan, mungkin tidak mempercayai apa yang dikatakan, atau sedang menerka-nerka sesuatu

Membuka telapak tangan

Keterbukaan, ramah

Menutupi mulut ketika sedang berbicara

Pasif, tidak yakin dengan apa yang sedang dikatakan

Mengerutkan dahi

Tidak suka/setuju dengna apa yang sedang terjadi, atau tidak paham

Tangan diatas hidung dan mulut

Menyatakan suatu penilaian yang negatif

Meninju udara

Kekuatan, sukses

Meninju telapak tangan

Ingin menegaskan/memberi tekanan pada – mungkin menandakan situasinya tegang/ sedang membicarakan situasi yang tegang, gawat

Ketika berada dalam suatu kelompok, setiap anggota kelompok saling berpegangan pinggul (saling berangkulan)

Menolak kehadiran orang lain

Duduk membelakangi seseorang

Merasa tidak nyaman/suka terhadap kehadiran orang tersebut

Duduk berhadapan

Keterbukaan

Bahu diturunkan – duduk merosot

Kepasifan

Dari sikap badan merosot kemudian berdiri tegak, mengempiskan perut, membidangkan bahu (akan nampak sekali jika terjadi pada pria)

Ingin membuat suatu kesan (seringkali terlihat jika sedang “menghakimi”)

Menutupi atau mengosok-gosok mata

Menolak sesuatu/tiak mau menerima

Menyempitkan mata

Curiga

Mengosok diantara kedua mata

Tidak nyaman/suka terhadap suatu pokok persoalan

Menutupi mulut, menarik kepala kebelakang/mundur, menyempitkan mata

Memberi tanda kepada pembicara agar mundur karena jaraknya terlalu dekat dengan lawan bicara atau berbicara terlalu keras

Memandang ke bawah

Terbawa perasaan

Menatap lantai

Pasif, gelisah

Menutup mata dan mengernyit

“Jika anda tidak dapat malihat kebijaksanaan ini, maka anda benar-benar menjadi seorang yang naif”

Mengedipkan mata dengan cepat, menutup mata ketika berbicara

Meresapi informasi yang diterima

Mata terbuka, menghunjam, kontak mata bagus, namun tanpa menatap/memandang lawan bicara

Tegas, sombong

Menatap tanpa ekspresi

Agresif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: